Sabtu, 31 Mei 2008

Keperawanan

Tentu Anda pernah mendengar kata yang satu ini. Ya, keperawanan menjadi satu kata yang bagi sebagian orang mutlak alias harus bin wajib di punyai oleh seorang cewek yang dikatakan masih gadis. Cewek yang semacam ini tentu saja yang belum menikah. Di daerah sekitar penulis, cewek ini dikatakan juga sebagai cewek yang masih perawan. Benar-benar cewek yang masih ting-ting.

cewek-cantik-01.jpgNah, di sebagian kalangan lagi, keperawanan ini sepertinya nilai yang terkandung sudah mulai dipertanyakan esensinya. Dipertanyakan fungsi dan manfaatnya. Terus ada lagi yang mempertanyakan bagaimana cara mengetahuinya. Yang sedikit ekstrim, mempertanyakan bagaimana mengetahui cewek itu masih perawan atau sudah tidak perawan. Perlu di coba dulu ???


Keperawanan ternyata masih dianggap sesuatu yang sangat penting dalam tubuh seorang wanita, sesuatu yang dianggap suci, dan harga dari seorang wanita. Ada dua cara bagaimana memperbaharui `keperawanan` seorang wanita. Dengan cara operasi dan kalau Anda takut akan operasi, Anda dapat melakukan olahraga khusus untuk mengencangkan otot-otot vagina Anda.
Operasi adalah cara yang paling tepat untuk mengembalikan `keperawanan` seorang wanita. Operasi ini adalah operasi untuk merestorasi Hymenal Ring. Biasanya para gynecologe dapat melakukan ini di tempat mereka praktek dan melakukan pembiusan lokal. Memang hal ini sulit ditemukan di Indonesia, sebagian besar orang yang ingin mengoperasi kembali `keperawanan` mereka, mereka lebih memilih melakukannya di negara tetangga kita Singapura.

Anda juga harus memilih bahan yang tepat untuk melakukan pembedahan tersebut, bila Anda memilih bahan yang tahan lebih lama, semakin lama pula `keperawanan` Anda dapat bertahan. Dalam pengoperasian tersebut setiap bagian dari Hymenal Ring tersebut akan dipotong, kemudian The Ring dijahit kembali dengan sekali jahitan yang memutar, dan menyembunyikan jahitan tersebut dibawah mucosa atau selaput. Diameter dari Hymenal Ring yang telah diperbaiki tersebut kira-kira satu inchi. Setelah ini, bila Anda melakukan hubungan seksual pertama kali, sang pria pasti akan merasakan the `popping` feeling dan menyatakan bahwa Anda masih perawan.

Adanya pendarahan juga merupakan sesuatu yang penting untuk memastikan bahwa Anda `Perawan` atau tidak, karena Hymenal Ring yang sudah dijahit kembali belum tentu mengeluarkan darah. Ada cara bagaimana mengatasi hal ini. Yaitu dengan penggunaan `tampon` dan pil KB. Sang wanita mengkonsumsi pil KB, merencanakan `bulan madu` mereka tepat pada saat dia sedang mendapatkan `tamu bulanan` (tentunya tanpa sepengetahuan sang suami) dan menggunakan tampon. Tampon dicopot ketika hendak akan melakukan hubungan seksual, dan Anda pasti akan mendapatkan `darah` pada malam pertama Anda.

Itu adalah cara bagaimana untuk mengatasi keperawanan yang hilang secara fisikal, lalu bagaimana dengan mental orang itu sendiri?

Secara mental mungkin agak sulit bila seorang wanita kehilangan `keperawanan`nya, terutama bila seorang wanita menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional yang selama hidupnya diajarkan oleh orangtuanya. Tak jarang seorang wanita dapat menjadi gila karena kehilangan `keperawanan`nya, walaupun saat ini banyak juga wanita yang tidak menganggap hal itu penting.

Biasanya wanita yang mengalami gangguan mental mengalami kejadian yang tragis dalam kehidupan seperti korban pemerkosaan, atau kecelakaan, sehingga kehilangan keperawanan merupakan sesuatu hal yang paling `menghancurkan` diri sang wanita tersebut.

Lain halnya dengan wanita yang tidak terlalu memikirkan hal-hal tersebut. Entah apa yang terjadi, apakah karena pengaruh kehidupan barat yang secara dominan kita dapat melalui berbagai media massa atau mungkin orang menganggap `keperawanan` itu sesuatu yang kuno. Lebih menyedihkan lagi kalau para wanita sudah tidak peduli tentang hal yang satu ini dan melakukan hubungan seksual secara sembarangan. Dan AIDS pun berkembang.

Jadi begitulah seputar `keperawanan`, walaupun banyak orang yang sudah tidak peduli lagi, tapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya Anda menjaganya dengan baik.



Senin, 12 Mei 2008

081 7052 2324

Sore itu aku lagi nyantai aza. Sehabis mandi dan take a pray atawa asharan, aku duduk di serambi. Ada sebuah tabloid tentang HandPhone di tanganku, secangkir teh hangat dan setoples makanan ringan. Ehm... benar-benar sore yang nyantai ...

Ya, aku pilih membeli tabloid seputar Hand Phone, karena salah satu alat komunikasi ini bagiku masih awam. Aku belum lama mengenal barang semacam itu. Maklum aza, fulus di saku memaksaku agak jauh-jauh dari telpon genggam dan kerabatnya. Untuk ukuran masa seperti ini, kuper sih tanpa alat canggih ini. Tapi, tak apalah ....

Belum hangat pantat yang kuletakkan di satu kursi di serambi ini, datang seseorang dengan muka berseri-seri. Tampaknya dia lagi hepi. Senyum sumringah terkulum di bibirnya.

"Assalamu'alaikum ..... ", sapanya
Aku nggak langsung menjawabnya. Tumben, pikirku, kena sambet di mana anak ini.
"Wa'alaikumsalaamm ...". Aku membiarkan dia duduk di kursi di sebelahku.
"Nih ..... baru... baru .... ", tangannya diacungkan kepadaku. Aku sedikit membuka mata, agak terbelalak.
"Nyuri dari mana kau ?" spontan aku berseru
"Wih, enak aza. Beli bos, beli ... "
Dulurku itu menimang-nimang benda di genggamannya. Dia tampak senang sekali, berbinar-binar matanya. Meski Hand Phone itu bukan HP terkini dengan berbagai fitur canggihnya, tapi setidaknya dia punya.

"Eh, iya. Nomor HP mu berapa ?" tanyaku
"Nomor apa ?" dia balik bertanya, dengan mata sedikit terbelalak.
"Lho itu, nomor HP mu. Kan HP itu ada nomornya. Nomor kartu di HP mu..." Aku menunjuk-nunjuk HP di tangannya.
"Ya nggak ada ... Ini baru, bos. Baru .... bukan HP seken .... " dia masih ngotot juga
Aku bengong. Tanganku spontan menggaruk kepala yang tak gatal. Meski aku belum punya HP, tapi setidaknya tidak se-tell me dia. Ampun deh ....
"Ya udah, ayo balik ke toko HP yang sampeyan beli tadi aza ... " ajakku.

Sor
e itu juga, dengan mengendarai sepeda motor aku dan dulurku itu ke toko HP dimana dia membeli HP. Tanya punya tanya ke pemilik counter HP itu, kartu mana yang nggak berat-berat amat untuk ukuranku dan dulurku itu untuk keperluan sekedar kirim-kirim pesan, kami disarankan memakai produknya PT. Excelindo dengan produknya kartu jentik..., eh, kartu Jempol, walau secara umum di beberapa kota semisal di kotaku kartu ini sinyalnya kurang bagus. Ya, tak apalah, namanya juga baru. Baru punya HP dan baru belajar. Itupun meski utak-atik gimana cara-caranya.

Dan nomornya juga lumayan enak di hafal. Lumayan cantix, kata pemilik counter HP itu. 081 7052 2324
Nomor yang oleh dulurku berniat untuk dipakai seterusnya. Nggak gonta-ganti. Nomor yang diharapkan untuk dulurku itu, menambah manfaat untuknya.

Dulurku lalu pulang dengan senyum mengembang di bibirnya. Meninggalkan aku yang menelan ludah. Keinginan mempunyai HP, jadi tambah kuat dan menggodaku.
Ah, kapan aku punya HP ya...., anganku melambung. Masih tampak di pelupuk mataku, dulurku dengan senyum menggenggam HP barunya. Lalu masih menari-nari di pelupuk mataku pula, nomor perdana yang kami beli untuk pertama kalinya. 081 7052 2324.

Hari-hari berlalu seperti biasa. Aku dengan rutinitas keseharian mencari job-job untuk mengisi fulus di saku, melon
cat ke sana berjalan ke sini. Berharap terus berharap untuk dapat menyisihkan fulus untuk membeli sebuah HP. Wuih... hari-hari yang sering tampak di pelupuk mataku hanya HP dan HP.

Beberapa hari setelah kedatangan dulurku itu dengan HP barunya, hari ini dia datang lagi. Tapi tidak sendiri. Ada seorang cewek ayu yang menyertainya. Kali ini pun aku sedikit terbelalak.
"Heh... kenapa bengong ?", dulurku itu menepuk pundakku.
Cewek disamping dulurku itu tersenyum. Menambah keayuannya. Pikiranku jadi melayang-layang.
"Ehm ... ehm ... siapa tuh ?", mataku masih memandangi cewek itu.
"Lho, kau ini bagaimana. Ini istriku .... ", sergahnya.
"Busyett..... ", aku benar-benar terbelalak. "Nggak salah ?"
"Ee... jangan menghinaku ya. Biar aku tak seganteng kau, soal cewek aku nggak kalah ...", kata-katanya penuh bangga.
Aku masih belum percaya. Betul-betul belum percaya.
Cewek se-ayu ini mau dengan dulurku ini ?, aku benar-benar nggak habis pikir.
Benar-benar ayu. Jauh dari dulurku ini, mana anaknya nggak terlalu tinggi. Paling tak lebih dari 160 cm tingginya. Kulitnya agak gelap, dan rambutnya bergelombang tak karuan. Lurus tidak, keriting juga tidak. Pokoknya hawuk-hawuk deh. Cuma memang ada manisnya...
Tapi cewek itu ? Sudah tinggi, mungkin lebih tinggi dari dulurku itu, kulit kuning langsat, rambutnya lurus sebahu, alis tebal, dan hidung cukup mancung. Tampak untaian wajah yang sangat proporsional dan .... ayu. Apalagi di tangannya menggenggam sebuah HP yang lumayan bagus. Wuih....

"Ayo antar aku beli kartu perdana baru yuk .... ", belum habis aku mengagumi ceweknya, dulurku sudah bersuara keras.
"Heh.... apa ?"
"Antar aku beli kartu perdana baruuuu ...", teriaknya.
"Kan kau sudah punya."
"Yang kemarin itu aku berikan kepada yayangku ..."
Busyet, mukaku jadi memerah. Baru kali ini aku tahu dulurku itu bersikap manis dan romantis.
Hemm.... cewek ayu dengan nomor HP juga manis, 081 7052 2324. Benar-benar pasangan serasi ....